Social Icons

Pages

Senin, 19 April 2010

Asal Usul Manusia Purba

Tidak mudah menyibak asal-usul manusia. Buktinya, para arkeolog baru bisa menyimpulkan hasil penelitian mereka atas tiga buah fosil kerangka manusia yang ditemukan di Ethiopia 1997 lalu. Fosil yang terdiri atas dua kerangka manusia dewasa dan seorang anak itu diduga berusia 160.000 tahun. Ketiganya digali keluar dari lapisan sedimen tanah dekat sebuah desa bernama Herto di wilayah Afar, bagian timur Ethiopia. Fosil ini disebut-sebut sebagai fosil tertua manusia modern alias Homo sapiens.Yang menggembirakan bagi para ilmuwan adalah bahwa spesimen tersebut memiliki banyak kecocokan dengan studi genetika yang menyatakan manusia berasal dari Afrika. ”Semua penelitian genetika membuktikan kalau manusia modern berasal dari Afrika, dan kini kita sudah benar-benar menemukan bukti fosilnya di sana,” ujar Professor Tim White, salah satu anggota penemu fosil itu seperti yang dilansir BBC News baru-baru ini. Ahli palaentologi dari University of California di Berkeley itu berpendapat, spesimen ini sangat penting dalam sejarah arkeologi sebab menjadi jembatan untuk jurang yang ada antara bentuk temuan fosil di Afrika sebelumnya dengan bentuk kerangka manusia modern yang berusia 100.000 tahun lalu.Meski begitu, bukan berarti fosil kerangka ini sangat mirip dengan kerangka manusia modern yang kita kenal saat ini. Kerangka mereka lebih besar dan panjang. Perbedaan kecil ini membuat para peneliti mengklasifikasikannya sebagai subspesies baru yang bernama Homo sapiens idaltu. Idaltu di sini berarti lebih tua dalam bahasa Afar setempat. Hasil analisis penemuan di Herto ini baru diungkapkan akhir pekan silam. Hasilnya cukup disambut gembira oleh sejumlah peneliti yang berteori bahwa manusia modern kini berasal dari benua Afrika pada 200.000 tahun lalu. Hipotesa yang popular dengan nama Out of Africa ini menyatakan bahwa migrasi yang terjadi oleh manusia modern ini menjadi penyebab menyebarnya manusia ke seluruh penjuru dunia, termasuk manusia Neandertal di Eropa. Teori ini berasal dari penelitian genetika dan sangat berlawanan dengan penelitian sebelumnya yang hanya berdasarkan temuan fosil. Namun dengan ditemukannya fosil di Herto, maka kebenaran semakin bisa didekati.”Fosil ini merupakan bukti yang luar biasa dan mendukung teori Out of Africa,” komentar Professor Chris Stringer, Natural History Museum kepada BBC News. ”Manusia pemilik kerangka ini hidup di tempat dan waktu yang tepat sesuai perkiraan kita. Maka mereka adalah nenek moyang kita semua.”Fosil kerangka ini ditemukan dalam sebuah lapisan tanah mongering dan terselubungi debu. Mereka digali dan berhasil diidentifikasi pertama kali pada 1997, namun baru saat ini para peneliti memberanikan diri untuk mengumumkan hasil penelitiannya. Selain kerangka manusia, mereka juga menemukan fosil kerangka kerbau di dekatnya. Temuan ini membuktikan bahwa manusia purba memang sudah mengenal cara berburu dan memakan daging. Kerangka anak kecil yang ditemukan diperkirakan berusia enam atau tujuh tahun saat meninggal, terdiri atas 200 keping tulang-belulang yang sudah hancur. Semua kumpulan tulang itu dikumpulkan dan disusun kembali. Dari penelitian disimpulkan bahwa ketiganya meninggal bukan karena gaya hidup kanibalisme, tapi akibat sebuah ritual keagamaan.Perilaku ritual semacam ini sama dengan kebiasaan di beberapa tempat seperti Papua Nugini, di mana ada kebiasaan meletakkan kerangka suatu keluarga secara bersama-sama. Anggota keluarga yang meninggal dikubur di tempat yang sama dengan anggota keluarga lainnya. Menurut Profesor White, demikianlah satu penjelasan yang paling masuk akal. Penemuan fosil di Ethiopia ini juga dipublikasikan di jurnal ilmuan Nature terb

1 komentar:

  1. eeem sory, ini translate dari nationalgeographic.com ya?

    BalasHapus